Faktor risiko kejadian obesitas pada remaja

Faktor-faktor risiko yang dapat menpengaruhi terjadinya obesitas pada remaja adalah pola makan, pola hidup, aktivitas fisik, faktor lingkungan, genetik, faktor kesehatan, psikis dan obat-obatan hormonal. Dengan demikian, konsumai protein secara berlebihan juga dapat menyebabkan kegemukan dan obesitas.

Universitas Muhammadiyah Surakarta. Prevalensi obesitas remaja tahun mengalami peningkatan di berbagai negara tidak terkecuali Indonesia Kementerian Kesehatan RI, Observasi yang dilakukan di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang banyak siswa yang membeli makanan fast food dan junk food diluar sekolah, sedangkan di kantin sekolah disediakan makanan yang lebih sehat dan siswa banyak yang hanya di dalam kelas dan bermain komputer.

Latar belakang Masa remaja adalah masa transisi yang sangat penting bagi kehidupan bagi kehidupan selanjutnya, namun banyak remaja yang tidak melewati masa ini dengan optimal.

Pena Medika Jurnal Kesehatan

Kelompok remaja non-obesitas memiliki kebiasaan makan yang sama dengan kelompok obesitas yaitu mengonsumsi makanan sumber energi tinggi seperti nasi sebanyak 3 kali sehari dan ada juga remaja yang hanya mengkonsumsi nasi 2 kali sehari, konsumsi dari mie bihun, nasi merah, kentang, singkong, ketela juga sangat tinggi.

Hasil analisis menunjukkan asupan protein bukan merupakan faktor risiko terjadinya obesitas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 8 7— Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa perubahan pola dan frekuensi makan fast food dapat menyebabkan risiko terjadinya obesitas pada remaja SMU sebesar 2,49 kali Biokimia Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan specimen yang diuji secara laboratories yang dilakukan pada berbagai jaringan macam jaringan tubuh seperti darah, urine, tinja, hati dan otot, sebagai suatu peringatan bahwa akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi.

Hal ini karena fast food merupakan jenis makanan cepat saji yang mengandung tinggi energi, banyak mengandung gula, tinggi lemak, dan rendah serat Aktivitas Fisik Kurang 2. Instrumen penelitian adalah kuesioner, tensimeter, timbangan injak, microtoise, FFQ dan kuesioner baecke.

Media masa memiliki pengaruh yang besar dalam menetapkan standart ideal diri setiap orang. Kebiasaan Merokok 6. Faktor-faktor resiko Berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan bahwa pola makan merupakan faktor risiko paling berpengaruh pada obesitas kemudian diikuti dengan faktor genetik, pola hidup, aktivitas fisik dan faktor lingkungan dan yang terakhir adalah faktor kesehatan dan psikis.

Perkembangan harga diri juga dipengaruhi oleh media masa dan teman sebaya.

FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA

Tujuan 1. Kebanyakan komplikasi pada obesitas terjadi pada masa dewasa, remaja yang kegemukan lebih mungkin dibandingkan dengan remaja lainnya memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Apa yang di maksud dengan obesitas pada remaja?

Binge mirip dengan bulimia nervosa, dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikuti dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan.

Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Rerata asupan energi cukup pada remaja obesitas kemungkinan disebabkan pada saat wawancara menggunakan kuesioner SQFFQ, terdapat informasi yang disembunyikan atau ketidakjujuran dari subjek penelitian yang mungkin Weni Kurdanti, dkk: Anugrah, A.

Sering bergadang menyebabkan konsumsi makanan pada malam hari meningkat 8. Selain itu, di sekitar sekolah juga banyak yang menjajakan makanan jenis fast food lokal, baik itu di kantin sekolah maupun di luar sekolah seperti pedagang kaki lima. Saat kita melewatkan sarapan, kita cenderung untuk makan berlebihan saat makan sang.

Subjek yang tidak sarapan umumnya hanya minum susu atau teh, makan roti tawar, dan ada juga yang tidak makan sama sekali. Namun, masalah obesitas sesungguhnya bukan terletak pada pola santap yang berlebihan, melainkan pada kesalahan memilih jenis santapan. Perubahan fisik dan psikologis inilah yang memicu perubahan gaya hidup pada remaja seperti pola makan berlebih yang berujung pada obesitas.

Badjeber F. Buku Ajar: Hal Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktorfaktor risiko terhadap obesitas pada remaja. Indraswari N. Studi genetic terbaru telang mengidentifikasi adanya mutasi gen yang mendasari obesitas.

FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA

Metode ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi.

Kebiasaan Merokok 4. Pramuditas, S. Obesitas pada remaja sangat mungkin terjadi karena pada masa ini remaja mengalami perubahan dan perkembangan fisik dan psikologis.38 analisis aktivitas ringan sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja di sekolah menengah pertama negeri 1 manado meirlyn andiny sawello*, nancy s.

malonda*.

Manfaat ASI Pada Pencegahan Obesitas

1 risiko faktor hereditas, obesitas dan asupan natrium terhadap kejadian hipertensi pada remaja awal megi astria salam* muhammad sulchan** abstrak.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA sebagai faktor risiko kejadian obesitas. robadarocker.com: Syamsinar Wulandari, Hariati Lestari, Andi Faizal Fachlevy.

FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMA N 1 KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO. ABSTRAK Berdasarkan data Riskesdas tahun diperoleh bahawa Provinsi.

Community Health

Banyak penelitian yang menunjukan bahwa obesitas pada remaja akan berlanjut sampai adanya faktor risiko, meningkatnya angka kejadian obesitas di. Angka kejadian overweight dan obesitas anak secara global selain karena merupakan faktor risiko timbulnya Pada masa anak dan remaja, obesitas juga.

Faktor risiko kejadian obesitas pada remaja
Rated 5/5 based on 23 review